Nih ane ada punya materi bagaimana sih menyusun pertanyaan wawancara yang baik. Ini semua ane dapet materinya dari hasil survei teman2 sekalian. yah ane kumpulin jadi satu diedit2 dikit lah supaya g kepanjangan. silakan dibaca aja ya ?
Wawancara
Wawancara
merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang penting dan banyak dilakukan
dalam pengembangan sistem informasi. Wawancara memungkinkan analis sistem
sebagai pewawancara untuk mengumpulkan data secara tatap muka langsung dengan
orang yang diwawancarai. Jenis-jenis Informasi Wawancara untuk mengumpulkan
informasi adalah suatu percakapan langsung dengan tujuan tertentu dengan
menggunakan format tanya jawab.
Jenis informasi
yang didapat dalam wawancara dapat berupa :
1. Pendapat orang yang diwawancarai. Pendapat sangat penting dan lebih
bisa mengungkapkan dibandingkan fakta yang ada.
2. Perasaan tentang kondisi sistem yang ada saat itu. Orang yang
diwawancarai mengetahui tentang organisasi dengan baik dibandingkan pewawancara
(analis), sehingga analis dapat lebih memahami budaya organisasi dengan cara
mendengarkan perasaan respoden sekaligus menentukan tingkat optimismenya.
Perasaan yang diekspresikan membantu menangkap emosi dan sikap.
3. Tujuan-tujuan pribadi dan organisasional. Fakta yang diperoleh dari
hard data bisa menjelaskan kinerja di masa lalu sedangkan tujuan proyek
menjelaskan masa depan organisasi. Berusaha menemukan berapa banyak
tujuan-tujuan organisasi yang masuk akal lewat wawancara.
4. Prosedur-prosedur informal. Dalam wawancara analis dapat membangun
hubungan dengan seseorang yang kemungkinan asing bagi analis.
Merencanakan Wawancara
Langkah-langkah mempersiapkan
wawancara :
- Membaca materi latar belakang
Mencari
informasi latar belakang tentang orang yang diwawancarai dan organisasinya
sebanyak mungkin. Materi ini dapat diperoleh dari orang yang bisa dihubungi
segera untuk menanyakan tentang Web site perusahaan,laporan tahunan terbaru,
laporan berkala perusahaan atau publikasi-publikasi lainnya yang dikirim keluar
sebagai penjelasan tentang organisasi kepada publik. Saat diperolehmateri yang
harus diperhatikan bahasa yang digunakan oleh anggota organisasi dalam menggambarkan
diri mereka sendiri dan organisasi mereka. Dari materi ini pewawancara dapat
menyusun pertanyaan-pertanyaan wawancara sedemikian rupa sehingga mudah dimengerti
oleh orang yang diwawancarai dan juga dapat memaksimalkan waktu yang digunakan.
Dari informasi latar belakang yang dikumpulkan
dan pengalaman dalam menetapkan tujuan-tujuan wawancara ada beberapa area yang berkaitan
dengan sikap pengolahan informasi dan pembuatan keputusan yang ingin ditanyakan,
yaitu : sumber-sumber informasi, format informasi, frekuensi pembuatan keputusan,
kualitas informasi, dan gaya pembuatan keputusan.
- Memutuskan siapa yang diwawancarai
Untuk menentukan
siapa saja orang yang akan diwawancarai adalah dengan melibatkan orang-orang
yang berkompeten yang dapat memengaruhi sistem
4.
Menyiapkan
orang yang diwawancarai
Menyiapkan orang yang akan diwawancarai dengan menelpon atau
menulis email sehingga memungkinkan orang-orang yang akan diwawancarai
mempunyai waktu untuk berfikir. Bila ingin melakukan wawancara yang mendalam,
dapat mengirimkan pertanyaan pertanyaan terlebih dahulu agar orang yang diwawancarai
punya waktu dan kesempatan untuk memikirkan resposnya.
- Memutuskan jenis dan struktur pertanyaan
Teknik bertanya
yang tepat adalah inti dariwawancara. Ada dua jenis pertanyaan dasar yaitu
pertanyaan terbuka (open-ended) danpertanyaan tertutup (close-ended),
masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya.
Jenis-jenis
Pertanyaan ada dua jenis pertanyaan, yaitu
A. Pertanyaan terbuka (open-ended) menggambarkan
berbagai pilihan bagi orang yang
diwawancarai
untuk merespons. Contoh pertanyaan terbuka :
1.
Bagaimana pendapat Anda tentang kondisi bisnis ke bisnis e-commerce di
perusahaanAnda ?
2.
Apa tujuan-tujuan terpenting departemen Anda ?
3.
Gambarkan proses monitoring yang tersedia secara on-line?
Keuntungannya,
sebagai berikut :
•Membuat
orang-orang yang diwawancarai merasa senang.
•Memungkinkan orang-orang yang diwawancarai
meningkatkan kosa katanya yang
mencerminkan pendidikan, nilai-nilai, sikap dan kepercayaan
yang dimiliki.
•Kaya akan
detail.
•Membuka peluang
pertanyaan-pertanyaan berikutnya.
•Lebih menarik
perhatian orang-orang yang diwawancarai.
•Memunculkan
spontanitas.
•Penyusunan
kata-kata yang lebih mudah bagi orang-orang yang diwawancarai.
•Bisa digunakan
saat terdesak karena pewawancara tidak siap.
Kekurangannya,
sebagai berikut :
•Kemungkinan
menghasilkan terlalu banyak detail yang tidak relevan.
•Kemungkinan hilangnya
kontrol atas wawancara.
•Memungkinkan respons yang memakan banyak
waktu untuk informasi-informasiyang
berguna yang ingin dikumpulkan.
•Kemungkinan
menunjukkan pewawancara tidak siap.
•Kemungkinan memberi kesan bahwa pewawancara
sedang memancing tanpa tujuan
yang jelas dari wawancara.
B
Pertanyaan tertutup (close-ended),
1. Berapa banyak
bawahan yang Anda miliki ?
2. Rata-rata
berapa kali panggilan yang diterima pusat panggilan setiap bulannya ?
3. Dari
sumber-sumber informasi berikut ini yang mana yang paling bermanfaat menurut Anda
:
Formulir keluhan konsumen· Keluhan lewat
e-mail dari konsumen yang mengunjungi Web
site· Interaksi tatap muka dengan konsumen·
Barang yang dikembalikan konsumen
Kelebihannya,
sebagai berikut :
·
Menghemat waktu
·
Dengan mudah membandingkan orang yang
diwawancarai.
·
Langsung ke sasaran.
·
Tetap dapat mengontrol wawancara.
·
Membaongkar banyak hal dengan cepat.
·
Mendapatkan data-data yang relevan.
Kekuranganya,
sebagai berikut :
·
Membosankan orang yang diwawancarai.
·
Gagal mendapatkan banyak detail .
·
Kehilangan gagasan utama untuk alasan sebelumnya.
·
Gagal membangunhubungan antara pewawancara
dengan orang yang diwawancarai
Pertanyaan Berlanjut
Tujuan pertanyaan berlanjut atau berkembang adalah untuk melampaui
jawaban awal agar mendapat gambaran yang lebih jelas lagi, untuk
mengklarifikasi dan memperluas poin orang yang diwawancarai.
Pertanyaan berlanjut bisa berupa pertanyaan terbuka atau pertanyaan
tertutup. Contoh pertanyaan berlanjut :
•Mengapa
?
•Bisakah
Anda menyebutkan satu contohnya ?
•Bisakah
Anda menguraikannya lebih rinci lagi ?
Menyusun Pertanyaan-pertanyaan
Ada tiga cara menyusun
pertanyaan-pertanyaan, yaitu :
1. Struktur piramid
Dengan
menggunakan struktur ini, pewawancara mulai menanyakan pertanyaan-pertanyaan
mendetail, biasanya berupa pertanyaan tertutup, kemudian memperluas topik
dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka dan membuka respons-respons
yang lebih umum.
Struktur
piramid juga dapat digunakan:
•Jika orang yang
akan diwawancarai membutuhkan pemanasan terhadap topik yang dibicarakan.
•Jika orang yang
diwawancarai tampak segan membicarakan topik yang dimaksud
2. Struktur corong
Pewawancara memulai dengan
pertanyaan-pertanyaan umum dan terbuka, lalu membatasi respons dengan
pertanyaan-pertanyaan tertutup.
3.
Struktur wajik (diamond)
Kombinasi antara struktur piramid dengan struktur corong. Struktur ini
harus dimulai dengan suatu cara yang khusus kemudian menentukan hal-hal yang
umum dan akhirnya mengarah pada kesimpulan yang sangat spesifik.
Format Wawancara
Format wawancara dapat dibedakan
menjadi dua macam, yaitu :
1. Wawancara terstruktur
Wawancara terstruktur menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang
terstruktur atau pertanyaan-pertanyaan yang berurutan. Dalam wawancara
terstruktur tersebut materi yang kemukakan merupakan materi yang lengkap,
terencana dan dirancang dengan baik.Pada umumnya pertanyaan-pertanyaan yang
digunakan pertanyaan tertutup.
2. Wawancara tak terstuktur
Pertanyaan
tak terstruktur pada umumnya sangat sulit dievaluasi karena diperlukan
waktukontak yang lebih besar dan banyak pelatihan yang diperlukan. Rekaman
Wawancara Rekaman adalah aspek terpenting dalam wawancara.
Rekaman dapat dibuat menggunakan
sebuah tape recorder (audio) atau kertas dan pena (catatan) tergantung pada
siapa yang akan diwawancarai dan apa yang akan dilakukan dengan informasi tersebut
begitu wawancara berakhir.
1.
Membuat rekaman audio
Kelebihannya, sebagai berikut :
•Menampilkan
rekaman yang akurat dari setiap perkataan orang yang diwawancarai.
•Membebaskan pewawancara mendengarkan
apapun yang dikatakan sekaligus
meresponsnya saat itu juga.
•Memungkinkan
kontak mata yang lebih baik serta pengembangan hubungan
•yang
lebih baik antara pewawancara dan orang yang dianalisis.
•Wawancaranya
bisa didengarkan ulang untuk anggota tim yang lain.
Kerugiannya,
sebagai berikut :
•Orang yang
diwawancara kemungkinan agak tertekan dan tidak bisa bebas meresponsnya.
•Pewawancara
kemungkinan mendengar dengan mudah, karena semuanya sudah terekam.
•Sulit menempatkan
bagian yang dianggap penting selama perekaman.
•Biaya pengumpulan
data menjadi meningkat karena membutuhkanpentranskripsian tape.
2. Membuat catatan
Catatan kemungkinan menjadi satu-satunya cara merekam wawancara bila
orang yang akan diwawancarai menolak direkam dengan tape recorder.kelebihannya,
sebagaiberikut :
• Membuat pewawancara tetap siaga
• Menambah ingatan akan pertanyaan-pertanyaan
penting.
• Membantu ingatan akan kecenderungan wawancara
terpenting.
• Menunjukkan ketertarikan pewawancara dengan
wawancara.
• Mendemostrasikan kesiapan
pewawancara.Kerugiannya, sebagai berikut :
• Hilangnya kontak mata yang vital (serta hubungan)
antara pewawancara dan orang yang
diwawancarai.
• Hilangnya rentetan percakapan.
• Membuat orang yang diwawancarai ragu-ragu untuk
bicara saat pewawancara menulis.
• Menimbulkan perhatian yang berlebihan terhadap
fakta dan justru mengurangi perhatian terhadap perasaan dan pendapat orang yang
diwawancarai.
Merencanakan daftar pertanyaan merupakan kunci keberhasilan suatu
wawancara. Olehkarena itu, kemampuan menggunakan pertanyaan-pertanyaan secara
efektif merupakan kunci keterampilan komunikasi yang harus selalu kita upayakan
secara terus-menerus.
1. Ketika melakukan wawancara, reporter atau pewawancara/ pembawa
acara memiliki hak istimewa untuk mewakili keingin-tahuan pemirsa.
2. Dalam melakukan wawancara, Reporter TV yang baik harus memiliki
sesuatu yang penting untuk disajikan dan sesuatu yang menarik untuk ditonton.
3. Sebelum wawancara, reporter harus memastikan subyek/ hal-hal apa
yang ingin diketahui dari narasumber.
Aspek Menyusun Pertayaan
§ Dalam membuat pertanyaan harus pertanyaan terbuka, bukan pertanyaan
yang jawabannya Ya atau tidak
§ Pertanyaan yang baik harus membuat narasumber mau
menjawabnya
§ Susun pertanyaan dengan susunan yang logis antara
pertanyaan dengan jawaban danpertanyaan yang lain,
§ Susun pertanyaan mulai dari yang mudah/ netral,
yakni yang tidak perlu berpikir terlalu dalam, ke pertanyaan yang
sulit/antagonis dan lebih substansial.
§ Buat pertanyaan yang jelas dan tidak menimbulkan
salah interpretasi/ bermakna gAnda
§ Buat pertanyaan yang sederhana bahasanya dan
langsung “to the point” (tidak berbelit-belit)
§ Pertanyaan harus fokus dan lebih menjawab
pertanyaan bagaimana & mengapa.
§ Jangan menanyakan pertanyaan yang mudah
diprediksi, karena narasumber akanmemberikan
jawaban
yang mudah diprediksi pula§ (mis. Bagaimana perasaan Anda, dst)
§ Tanyakan contoh-contoh sebagai penjelasan, &
pertimbangkan dari sudut pAndangnarsumber
§ Buat pertanyaan yang logis dari segi penggalan
waktu/ kronologis
§ Gunakan bahasa yang lazim/ terjemahkan istilah
asing
§ Tanyakan pertanyaan yang relevan ditanyakan
kepada narasumber (sesuai dengankeahliannya)§ Tanyakan pertanyaan yang kita tau
jawabannya
§ Tanyakan pertanyaan lanjutan untuk
mengklarifikasi,
§ Chek kembali bila menggunakan data statistik
serta tanggal-tanggal
§ Hindari pertanyaan yang mengarah kepada sebuah
monolog (terlalu membatasi dirimenjadi pertanyaan yang terlalu sempit
cakupannya), tetapi jangan keluar dari fokusmasalah yang akan digali.
§ Ajukan pertanyaan satu-persatu, jangan sekaligus
beberapa pertanyaan, karenanarasumber cenderung akan memilih menjawab satu
saja, yang paling mudah & tidak menjawab yang lain
§ Jangan bertanya dengan pertanyaan yang abstrak,
buatlah pertanyaan yang riel dankonkret
§ Dalam memformulasi kalimat, gunakan kata tanya :
- § Siapa : sebuah nama
- § Apa : sebuah deskripsi
- § Kapan : waktu dari peristiwa
- § Di mana : tempat§ Mengapa : penjelasan/ paparan§ Bagaimana : pendapat atau interpretasi
§ Gunakan struktur kalimat tunggal : kata tanya +
subyek + predikat + obyek +keterangan
§ Formulasikan kalimat dengan bahasa tutur, bukan
bahasa tulis
§ ( dengan mendengarkan jawaban narasumber, pertanyaan
& kata-kata akan keluar dengan sendirinya secara spontan & alami)
§ Harus diingat ketika membicarakan gurauan antara Anda
dengan narasumber, jangan membuat pemirsa tidak mengerti/ di luar kontek
Tidak ada komentar:
Posting Komentar