Wudhu
merupakan senjata bagi orang mukmin, wudhu tidak hanya sekedar
membersihkan anggota bandan yang zahir dan bukan sekedar mensucikan
badan yang dilakukan secara berulang setiap hari. Pengaruh kejiwaan dan
kemulian rohani yang dirasakan seorang muslim setelah berwudhu lebih
besar dari hanya sekedar diungkapkan dengan kata-kata, terutama bila dia
telah melakukan wudhu dengan sempurna dan baik.
Wudhu
memang memiliki peranan yang besar bagi kehidupan seorang muslim.
Karena wudhu akan menjadi selalu sadar dan enegrik dalam hidup kita.
Tidak diragukan lagi manfaatnya sangat besar bagi kesehatan secara uum.
Berikut keajaibaan wudhu bagi kesehatan antara lain:
- Berkumur-kumur, penelitian modern menetapkan berkumur-kumur dapat menjaga mulut dan tenggorakan dari peradangan dan menjaganya dari terjadinya peradangan gusi. Hal ini karena berkumur-kumur berfungsi memelihara gigi dan membersihkannya dari sisa-sisa makanan yang masih menempel. manfaat lain yang sangat penting adalah ia dapat menguatkan sebagian urat wjaah dan menjaga kebersihannya. Ini merupakan suatu latihan penting yang telah dikenalkan oleh para pakar pendidikan olahraga.
- Membasuh hidung, sebuah penelitian yang dilakukan kelompok dokter di universitas Alexendria yang menetapkan pada umumnya, orang-orang yang berwudhu secara terus menerus hidungnya bersih dari debu, kuman, dan bakteri.
- Membasuh wajah dan kedua tangan hingga kedua siku memiliki manfaat yang sangat besar dalam menghilangkan keringat dari permukaan kulit, Air wudhu juga berfungsi membersihkan kulit dari kandungan minyak yang tertahan di kelenjar kulit.
- Membasuh kedua kaki seraya memijat-mijat dengan baik akan menciptakan perasaaan tenang dan nyaman, karena dikakilah terletak semua urat yang berhubungan dengan seluruh anggota badan.
- Rahasia lainyanya menurut penelitian ilmiah peredaran darah di bagian atas anggota badan, kedua tanggan, kedua lengan, bagian bawah badan seperti kedua telapak kaki dan kedua betis termasuk lemah. Sebab tempatnya yang jauh dari pusat peredaran darah, yaitu jantung. Bila anggota ini semua dibasuh seraya dipijat-pijat dengan penuh perhatian maka hal ini akan berdampak memperlancar perederaan darah sehinga menambah stamina tubuh.
Manfaat wudhu
Ibadah
wudhu tampaknya sepele dan mudah dilakukan. Karena itu, banyak umat
Islam yang memandangnya biasa-biasa saja. Padahal, bila wudhu dikerjakan
tidak sempurna, shalatnya pun tidak akan diterima (HR Bukhari No 135
dan Muslim No 224-225).
Kendati
sederhana, manfaatnya sangat besar. Itulah yang dibuktikan oleh para
ahli kesehatan dunia. Salah satunya adalah Prof Leopold Werner von
Ehrenfels, seorang psikiater sekaligus neurolog berkebangsaan Austria.
Ia menemukan sesuatu yang menakjubkan dalam wudhu karena mampu
merangsang pusat syaraf dalam tubuh manusia. Karena keselarasan air
dengan wudhu dan titik-titik syaraf, kondisi tubuh senantiasa akan
sehat. Dari sinilah ia akhirnya memeluk Islam dan mengganti namanya
menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.
Tak
salah bila Allah mewajibkan syariat wudhu ini sejak 14 abad silam
kepada umat Islam. Di dalamnya terkandung hikmah dan manfaat yang sangat
besar. Bahkan, bila seseorang melaksanakan dan mengerjakan wudhu dengan
baik dan benar, niscaya tubuhnya akan senantiasa sehat dan terhindar
dari berbagai serangan penyakit. Baik penyakit kulit, asma, kanker,
pilek, sinusitis, migren, kudis, kurap, dan lain sebagainya.
Dunia
ilmu kesehatan mengenal berbagai macam metode dan pencegahan penyakit.
Bahkan, ribuan tahun silam, ilmu kesehatan Tiongkok mengenal istilah
akupunktur, yaitu suatu metode kesehatan dengan cara tusuk jarum. Ada
ribuan titik yang harus ditusuk dengan jari, jika ingin mendapatkan
kesehatan yang prima. Dan tidak mudah mempelajari titik-titik itu,
karena jumlahnya mencapai 4.000-5.000 titik.
Setelah
akupunktur, muncul kemudian pengobatan refleksiologi, yaitu menekan
titiktitik syaraf tubuh yang terletak pada kaki dan tangan. Jumlah titik
refleksi di kaki dan tangan ini mencapai ratusan lebih.
Pada
1997, metode refleksi dan akunpunktur dianggap sebuah metode yang
sangat rumit, karena banyaknya titik yang harus dipahami dan dihapalkan.
Maka, seorang dokter yang bernama Gary Craig, asal Inggris, melakukan
modifikasi teknik akupunktur yang jumlahnya mencapai ribuan itu menjadi
18 titik. Ia menyebut teori modifikasi akupunktur ala Gary Craig ini
dengan nama Emotional Freedom Technique (EFT). Teknik yang digunakan
untuk pengobatan adalah dengan cara mengetok (tapping).
Kemudian
pada tahun 2000-an, EFT ini dikembangkan lagi oleh Ahmad Faiz
Zainuddin, alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dengan nama
Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Teknik yang digunakan juga
dengan cara mengetok (tapping). Dan jumlah titik yang diketok itu hanya
ada 14. Dinamakan SEFT karena ia menggabungkan unsur doa dan kalimat
thayyibah dalam tekniknya ini.
Ulama
tasawuf menjelaskan hikmah wudlu dengan menjelaskan bahwa daerah-daerah
yang dibasuh air wudlu memang daerah yang paling sering berdosa. Kita
tidak tahu apa yang pernah diraba, dipegang, dan dilakukan tangan kita.
Banyak pancaindera tersimpul di bagian muka.
Berapa
orang yang jadi korban setiap hari dari mulut kita, berapa kali
berbohong, memaki, dan membicarakan aib orang lain. Apa saja yang
dimakan dan diminum. Apa saja yang baru diintip mata ini, apa yang
didengar oleh kuping ini, dan apa saja yang baru dicium hidung ini? Ke
mana saja kaki ini gentayangan setiap hari? Tegasnya, anggota badan yang
dibasuh dalam wudlu ialah daerah yang paling riskan untuk melakukan
dosa.
Organ
tubuh yang menjadi anggota wudlu disebutkan dalam QS al-Maidah [5]:6,
adalah wajah, tangan sampai siku, dan kaki sampai mata kaki. Dalam hadis
riwayat Muslim juga dijelaskan bahwa, air wudlu mampu mengalirkan
dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh mata, penciuman, pendengaran,
tangan, dan kakinya, sehingga yang bersangkutan bersih dari dosa.
Ulama
fikih juga menjelaskan hikmah wudhu sebagai bagian dari upaya untuk
memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam air
wudhu-seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki --memang
paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran.
Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh.
Mokhtar
Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the Body and Soul menjelaskan,
wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak
disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap
oleh kulit. Kemudian, apabila dibersihkan dengan air (terutama saat
wudhu), bahan kimia itu akan larut. Selain itu, jelasnya, wudhu juga
menyebabkan seseorang menjadi tampak lebih muda.
Berbagai
penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa munculnya penyakit kulit
disebabkan oleh rendahnya kebersihan kulit. Karena itu, orang yang
memiliki aktivitas padat (terutama di luar ruangan) disarankan untuk
sesering mungkin membasuh atau mencuci anggota badannya yang terbuka,
seperti kepala, muka, telinga, hidung, tangan, dan kaki.
Sebab,
penyakit kulit umumnya sering menyerang permukaan kulit yang terbuka
dan jarang dibersihkan, seperti di sela-sela jari tangan, kaki, leher,
belakang telinga, dan lainnya. Karena itu, Mochtar Salem memberi saran
agar anggota tubuh yang terbuka senantiasa dibasuh atau dibersihkan
dengan menggunakan air.
Rasul
SAW menyatakan, wajah orang yang berwudhu itu akan senantiasa
bercahaya. Rasulullah akan mengenalinya nanti pada hari kiamat karena
bekas wudhu. "Umatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan
kakinya karena bekas wudhu."
Muhammad
Kamil Abd Al-Shomad, yang mengutip sumber dari Al-I'jaz Al-Ilmiy fi
Al-Islam wa Al-Sunnah AlNabawiyah, menjelaskan bahwa manfaat semua hal
yang diperintahkan dalam wudhu sangatlah besar bagi tubuh manusia. Mulai
dari membasuh tangan dan menyela-nyela jari, berkumur-kumur, memasukkan
air ke dalam lubang hidung, membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai
siku, mengusap kepala, membasuh telinga, hingga membasuh kaki hingga
mata kaki.
Buya
Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dalam bukunya Lentera Hidup
menuliskan keutamaan wudhu. "Sekurang-kurangnya lima kali dalam
sehari-semalam setiap Muslim diperintahkan untuk berwudhu dan
mengerjakan shalat. Meskipun wudhu belum lepas (batal), disunahkan pula
memperbaruinya. Oleh ahli tasawuf, diterangkan pula hikmah wudhu itu.
Mencuci muka artinya mencuci mata, hidung, mulut, dan lidah kalau-kalau
tadinya berbuat dosa ketika melihat, berkata, dan makan.
Mencuci
tangan dengan air dalam hati dirasa seakanakan membasuh tangan yang
telanjur berbuat salah. Membasuh kaki dan lain-lain demikian pula.
Mereka memperbuat hikmat-hikmat itu meskipun dalam hadis dan dalil tidak
ditemukan.
Tujuannya
adalah supaya manusia jangan membersihkan lahirnya saja, sementara
batinnya masih tetap kotor. Hati yang masih tamak, loba, dan rakus,
kendati sudah berwudhu, maka wudhunya lima kali seharisemalam itu
berarti tidak berbekas dan tidak diterima oleh Allah SWT, dan shalatnya
pun tidak akan mampu menjauhkan dirinya dari perbuatan fakhsya' (keji)
dan mungkar (dibenci)."
Buya
Hamka menambahkan, wudhu itu dapat menyehatkan badan. "Bukanlah kita
hidup ini untuk mencari pujian dan bukan pula supaya kita paling atas di
dalam segala hal. Meskipun itu tidak kita cari, kalau kita senantiasa
menjaga kebersihan, kita akan dihormati orang juga."
Mencegah
penyakit Bila kita mencermati dan mempelajari sejarah hidup Rasulullah
SAW, seperti yang diungkapkan Muhammad Husein Haykal dalam bukunya
Hayatu Muhammad, sepanjang hidupnya Rasulullah SAW tak pernah menderita
penyakit, kecuali saat sakaratul maut hingga wafatnya. Hal ini
menunjukkan bahwa wudhu dengan cara yang benar niscaya dapat mencegah
berbagai macam penyakit.
Menurut
sejumlah penelitian, berwudhu itu dapat menghilangkan berbagai macam
penyakit. Misalnya, penyakit kanker, flu, pilek, asam urat, rematik,
sakit kepala, telinga, pegal, linu, mata, sakit gigi, dan sebagainya.
Dalam
penelitian yang dilakukan Muhammad Salim tentang manfaat wudhu untuk
kesehatan, terungkap bahwa berwudhu dengan cara yang baik dan benar akan
mencegah seseorang dari segala penyakit. Dalam penelitiannya itu,
Muhammad Salim juga menganalisis masalah kesehatan hidung dari
orang-orang yang tidak berwudhu dan yang berwudhu secara teratur selama
lima kali dalam sehari untuk mendirikan shalat.
Salim
mengambil zat dalam hidung pada selaput lendir dan mengamati beberapa
jenis kumannya. Pekerjaan ini ia lakukan selama berbulan-bulan.
Berdasarkan analisisnya, lubang hidung orang-orang yang tidak berwudhu
memudar dan berminyak, terdapat kotoran dan debu pada bagian dalam
hidung, serta permukaannya tampak lengket dan berwarna gelap.
Adapun
orang-orang yang teratur dalam berwudhu, ungkap Salim, permukaan rongga
hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak berdebu. "Sesungguhnya,
cara berwudhu yang baik adalah dimulai dengan membasuh tangan,
berkumur-kumur, lalu mengambil air dan menghirupnya ke dalam hidung
kemudian mengeluarkannya. Langkah ini hendaknya dilakukan sebanyak tiga
kali secara bergantian," kata Salim.
Dari
penelitiannya ini pula, Muhammad Salim berhasil meraih gelar master
dari Fakultas Kedokteran Universitas Iskandariyah, Kairo, Mesir. Jauh
sebelum adanya penelitian ini, Rasul SAW pernah bersabda, "Sempurnakan
wudhu, lakukan istinsyaq (memasukkan air ke hidung), kecuali jika kamu
berpuasa."
slain itu, wudhu juga memiliki beberapa manfaat lain :
1. Sarana pembentukan karakter dan melatih kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
2. Terapi alami yang terbukti secara ilmiah untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai macam penyakit.
3. Membasuh wajah akan memberi efek positif pada usus, ginjal, sistem saraf, dan sistem reproduksi.
4. Membasuh
kaki akan memberikan efek positif pada kelenjar pituitary otak yang
bertugas mengatur fungsi-fungsi kelenjar endokrin (kelenjar yang
bertugas mengatur pengeluaran hormon).
5. Membasuh telinga dan memijat bagian-bagiannya dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi rasa sakit.
6. Dapat mencegah penyakit kanker kulit, yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit.
7. Membasuh wajah dapat meremajakan sel-sel kulit wajah dan membantu mencegah munculnya keriput.
8. Meremajakan selaput lendir yang memiliki peran penting bagi pertahanan tubuh.
9. Menjadikan seorang muslim selalu tersadar, bersemangat dan bersinar.D
10. Dan
ini yg terpenting! Wudhu dapat melindungi anda dari pengaruh guna2 atau
pengaruh setan sehingga anda terhindar dari kejahatan gaib seperti
guna-guna,santet,teluh,pelet,hipnotis,dsb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar