Sudah
sammpai tahap wawancara, tapi ternyata Anda tidak terima? Atau Anda
sudah gagal sejak tahapan mengirimkan curicculum vitae?
Kegagalan
diterima kerja bisa terjadi dalam tahapan apapun. Baik itu sejak awal
maupun ketika Anda sudah sampai tahap akhir. Berikut ini
kesalahan-kesalahan dalam setiap tahapan rekrutmen yang membuat pelamar
gagal diterima kerja:
1. CV
Curriculum
Vitae merupakan salah satu hal penting yang menentukan apakah pelamar
akan dipanggil ke tahap selanjutnya atau tidak. Cukup banyak orang yang
sudah gagal di tahapan pengiriman CV ini. Ada banyak hal yang membuat
pelamar tidak terima karena CV nya. Pertama, saat menulis CV dan surat
lamaran kerja (resume) tidak sesuai dengan posisi yang dilamar. Tidak
menuliskan kelebihan dan pengalaman kerja yang terkait dengan bidang
yang dilamar.
2. Seleksi Awal
Sekarang
ini makin banyak perusahaan yang melakukan seleksi awal dengan bantuan
sistem. Sehingga kalau pelamar tidak menuliskan kriteria yang dicari
perusahaan tersebut, dapat dipastikan dia tidak akan lolos. VP Corporate
Communucation PT Pertamina (Persero) Muhammad Harun membenarkan
mengenai banyaknya kegagalan di seleksi awal ini. "Banyak gagal di
screening awal," katanya saat diwawancara wolipop Selasa (19/6/2012).
Harun menyarankan agar tidak gagal, saat mengisi lamaran via online, isi
keterangan dengan benar. Pastikan Anda memang memenuhi kriteria yang
dicari, misalnya IPK minimal tiga, jurusan yang diinginkan dari Teknik
Perminyakan, dan lain-lain.
3. Anda Sulit Dihubungi
Setelah
lolos seleksi awal, biasanya perusahaan akan menghubungi pelamar untuk
mengikuti seleksi selanjutnya, seperti wawancara atau psikotes. Di
sinilah kegagalan bisa terjadi. Cukup banyak pelamar yang mencantumkan
nomer telepon, namun sulit dihubungi. Atau kalaupun memberikan alamat
rumah, ternyata tidak lengkap sehingga surat pemberitahuan gagal
terkirim.
4. Psikotes
Psikotes
menjadi tahapan yang juga banyak membuat pelamar berguguran. Vice
President Corporate Services Division Trans TV Latif Harnoko juga
mengakui hal tersebut. "Kalau di Trans TV itu banyak calon karyawan
gagal dalam tes itu sebenarnya karena confidence levelnya lemah.
Terutama itu banyak teman-teman daerah. Coba kalau teman daerah masuk
berkompetisi dengan masyarakat Jakarta, sudah kalah 1-0 dalam hal
confidence level. Karena mereka kan ada juga yang budayanya, budaya
sungkan," urainya. Hal lainnya yang membuat pelamar gagal adalah karena
tidak siap baik dalam hal mental maupun pengetahuan.
Bukan
hanya kepercayaan diri saja yang bisa dinilai saat psikotes.
Kepribadian dan intelegensi juga bisa diukur dan sering menyebabkan
pelamar gagal ke tahap selanjutnya. Hal itupun diakui oleh Recruitment
& Assessment Centre Div. PT Astra Int. Tbk, Wie Tjung Sudarma.
"Yang
paling dominan menyebabkan calon tidak dilanjutkan dalam tahapan
seleksi adalah, kapasitas inteligensi yang terlalu tinggi/rendah (tidak
fit dengan tuntutan tugas) dan kepribadian yang tidak sesuai dengan
nilai-nilai perusahaan," jelasnya dalam wawancara denga wolipop Jumat
(22/6/2012).
5. Wawancara
Ketidakpercayaan
diri biasanya jadi penyebab utama seseorang gagal dalam tes wawancara.
Memberikan jawaban yang klise juga bisa membuat pelamar tak diterima. VP
Corporate Communucation PT Pertamina (Persero) Muhammad Harun
mengatakan berdasarkan pengalamannya, cukup banyak pelamar di perusahaan
tempatnya bekerja tidak bisa memberikan jawaban spesifik saat ditanya
apa kemampuan pribadi mereka. "Kita ingin melihat apa yang membedakan
seorang peserta dengan peserta lainnya," jelasnya.
6. Kesehatan
Tes
kesehatan biasanya jadi tahapan terakhir seleksi. Ketika sudah
mencapainya, jangan buru-buru senang dulu. Ada sejumlah faktor yang
menyebabkan tes ini gagal Anda lalui. Misalnya saja, ternyata saat
menjalani tes kolesterol atau kadar gula darah tinggi, Anda buta warna,
memiliki gigi berlubang, alergi, dan masih banyak lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar